^Al-carati^

Belajar untuk menggapai masa depan yang lebih baik

Player Streaming Untuk Blackberry

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Alhamdulillah bagi teman-teman yang menggunakan Blackberry sekarang bisa mengikuti terus kajian di Radio Rodja 756AM melalui player streaming yang sudah kami sediakan di server kami. Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut untuk bisa menikmati siaran live streaming Rodja di Blackberry.

1. Download aplikasi player streaming Radio Rodja di alamat http://radiorodja.com/rodja.jad menggunakan browser bawaan Blackberry anda.

2. Setelah di download dan terinstall, icon Radio Rodja akan muncul di folder DOWNLOADS secara default, kemudian bisa juga icon tersebut di pindahkan ke folder lainnya.

3. Klik icon Radio Rodja, lalu kita akan dibawa ke Browser Blackberry.

4. Ditunggu hingga muncul di dialog box, kemudian klik OPEN.

5. Setelah diklik OPEN, kemudian Media Player akan terbuka dan buffering live streaming Radio Rodja.

6. Silahkan tunggu hingga selesai buffering dan kemudian akan terdengar streaming Radio Rodja. Insya Allah lancar, tergantung kualitas sinyal GPRS/Wifi anda.

Semoga hal ini bisa bermanfaat dan mempermudah teman-teman untuk selalu mendengarkan kajian-kajian dan tausiyah dari asatidz yang bisa menyemangati kita dalam menyiapkan bekal untuk di akhirat kelak.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sumber: http://www.radiorodja.com/featured/player-streaming-untuk-blackberry/

Iklan

Air Tours Travel

Air Tours travel melayani pemesanan tiket pesawat domestik,KA,pulsa,langsung segera PM aja gan via Gtalk:DesaCarat@gmail.com,YM:Ruudv_depkeu,FB: Desacarat@gmail.com atau sms ke 081389987284.

Best regards

Ruudv

Agar BlackBerry® Bermanfaat Dunia dan Akhirat :D

Kebanyakan BB user hanya pandai “memakai” handheldnya tanpa “merawat”nya.

BB adalah smart phone yg kalau tidak di-manage “memory”nya dengan baik, bisa sangat mengganggu kinerja BB-anda. Sering hang? Sering jam pasir yg tak kunjung berhenti berputar bahkan setelah anda tinggal mandi? Lemot saat membuka file berukuran besar? Kemungkinan itu karena anda tidak rajin “membersihkan sampah” di BB anda.
Berikut ini cara2 yang bisa anda lakukan untuk merawat handheld anda:

  • Tekan dan tahan alt, lalu tekan LGLG , lalu tekan option, pilih clear log, delete. Lakukan secara berkala
  • Enable memory cleaning. Caranya, dari menu options, pilih security option, lalu memory cleaning, option, enable. Lalu rubah idle time out nya menjadi 1 atau 2menit, juga centang show on homescreen.lalu option, save. (Note: setiap anda melakukan soft reset, atau hard reset, setting ulang memory cleaningnya. Karena default settingnya disable)
  • Kalau anda rajin browsing menggunakan default browser (browser bawaan BB), anda harus rajin juga membersihkan browser cache. Caranya, dari browser, pilih options, lalu cache operations, lalu clear cache dan cookies.
  • Delete aplikasi aplikasi yang tidak pernah / sangat jarang anda gunakan. Toh kalau suatu saat anda perlukan, bisa download lagi. Gratis pula.
  • Biasakanlah langsung menghapus email tidak penting yang masuk, apalagi kalau anda menggunakan BB untuk ikut milis (mailing list)
  • Biasakan untuk menutup aplikasi yang tidak sedang anda gunakan dengan meng”close”nya. Tanpa meng”close”nya, aplikasi tetap berjalan walaupun anda sudah tidak memakainya. Untuk melihat apa saja aplikasi yang sedang terbuka, dari menu, tekan tombol menu lalu switch aplications.
  • Pastikan anda menyimpan semua file audio, video, dan foto2 HANYA di memory card.

Shortcuts Penting yang wajib anda ketahui

  • Tekan secara besamaan alt, shift kiri dan H untuk melihat informasi penting ttg BB anda
  • Tekan alt lalu enter, untuk merubah input bahasa (berguna jika anda menginstal bahasa arab atau hebrew misalnya)
  • BB anda hang? Cabut baterai kah solusinya? Jangan terlalu sering cabut baterai, lebih baik di soft reset saja. Caranya, tekan alt, shift kanan, dan del secara bersamaan.
  • Ditanya pin sama teman? Gak perlu repot2 ngintip catatan atau melihat di options status. cukup ketik mypin lalu tekan spasi, otomatis akan muncul pin BBM anda.
  • Masih banyak shortcut2 lain yang mungkin akan bermanfaat untuk anda, silahkan lihat di help menu, lalu pilih shotcuts. [baca ini juga]

Optimalkan fungsi BB anda


Pakai BB untuk apa? YM-an? BBM-an? MSN-an? FB-an? Email? Download? Youtube-an? Browsing? ah.. udah biasa semua.. Yuk, manfaatin BB untuk yang lebih bermanfaat bagi dunia dan akhirat..

  • Mendengarkan streaming radio sunnah via BB

Caranya, buka alamat streaming radio yang ingin anda dengarkan, misalnya http://live.radiomuslim.com atau http://live.radiorodja.com via Blackberry Web Browser, lalu akan muncul popup save or open, pilih open. Buffering sebentar, dan voila! Selamat mendengarkan radio kesayangan anda.
Berikut ini alamat Streaming Radio radio Sunnah yang lain :
* Radio Muslim Yogyakarta http://live.radiomuslim.com
* Radio Rodja http://live.radiorodja.com
* Radio Hang Batam http://hang106.or.id
* Radio Arroyyan Gresik http://live.radioarroyyan.com
* Radio Assunnah Cirebon http://live.radioassunnah.com
* Radio Suara Quran Solo http://suara-quran.sytes.net

  • Menonton TV sunnah via BB

Yup! tidak hanya radio streaming, bahkan TV streaming pun bisa di simak via BB anda. Apalagi sekarang sudah ada ahsan TV dan rodja TV. Caranya sama persis seperti mendengarkan radio, hanya alamat streamingnya saja yang berbeda.
Untuk ahsan TV, berikut alamat streamingnya : http://streaming.ahsan.tv
sedangkan untuk rodja di http://rodjatv.com/stream.nsv
catatan :  Streaming TV hanya bisa dilakukan di BB yang sudah 3G seperti bold dan onyx, selainnya belum bisa karena koneksinya tidak cukup cepat.
Selamat “merawat” dan mengoptimalkan BB anda!

Semoga bermanfaat dunia dan akhirat, hehe ^^v
Sumber tulisan: http://tiara85.blogspot.com/2010/03/tips-dan-triks-ber-blackberry.html

lebaran 2008…

Lebaran tahun 2008,ana ma istri mudik ke ponorogo naik motor grand yg  udah uzur,coz mo naik bis jg kaga ada jd mutusin naik motor aja wlo kondisi motor sebenarnya kurang sehat…hehehe. Alhamdulillah setelah perjalanan dari surabaya yg cukup melelahkan, akhirnya nyampe jg ana dan istri dikota tercinta ponorogo. Ya kira2 klo dihitung perjalanan tsb memakan wkt 7jam coz ana dan istri berangkat sekitar jam 1.30 siang dan ampe kota ponorogo sekitar jam 10 malam:D, lama jg ya….Inilah sekelumit cerita dari ana,Barakallohu Fiikum.

Di Depan Gerbang Kematian

Kematian, salah satu rahasia ilmu ghaib yang hanya diketahui oleh Allah ta’ala. Allah telah menetapkan setiap jiwa pasti akan merasakannya. Kematian tidak pandang bulu. Apabila sudah tiba saatnya, malaikat pencabut nyawa akan segera menunaikan tugasnya. Dia tidak mau menerima pengunduran jadwal, barang sedetik sekalipun. Karena bukanlah sifat malaikat seperti manusia, yang zalim dan jahil.

Manusia tenggelam dalam seribu satu kesenangan dunia, sementara ia lalai mempersiapkan diri menyambut akhiratnya. Berbeda dengan para malaikat yang senantiasa patuh dan mengerjakan perintah Tuhannya. Duhai, tidakkah manusia sadar. Seandainya dia tahu apa isi neraka saat ini juga pasti dia akan menangis, menangis dan menangis. SubhanAllah, adakah orang yang tidak merasa takut dari neraka. Sebuah tempat penuh siksa. Sebuah negeri kengerian dan jeritan manusia-manusia durhaka. Neraka ada di hadapan kita, dengan apakah kita akan membentengi diri darinya ? Apakah dengan menumpuk kesalahan dan dosa, hari demi hari, malam demi malam, sehingga membuat hati semakin menjadi hitam legam ? Apakah kita tidak ingat ketika itu kita berbuat dosa, lalu sesudahnya kita melakukannya, kemudian sesudahnya kita melakukannya ? Sampai kapan engkau jera ?

Sebab-sebab su’ul khatimah

Saudaraku seiman mudah -mudahan Allah memberikan taufik kepada Anda- ketahuilah bahwa su’ul khatimah tidak akan terjadi pada diri orang yang shalih secara lahir dan batin di hadapan Allah. Terhadap orang-orang yang jujur dalam ucapan dan perbuatannya, tidak pernah terdengar cerita bahwa mereka su’ul khotimah. Su’ul khotimah hanya terjadi pada orang yang rusak batinnya, rusak keyakinannya, serta rusak amalan lahiriahnya; yakni terhadap orang-orang yang nekat melakukan dosa-dosa besar dan berani melakukan perbuatan-perbuatan maksiat. Kemungkinan semua dosa itu demikian mendominasi dirinya sehingga ia meninggal saat melakukannya, sebelum sempat bertaubat dengan sungguh-sungguh.

Perlu diketahui bahwa su’ul khotimah memiliki berbagai sebab yang banyak jumlahnya. Di antaranya yang terpokok adalah sebagai berikut :

* Berbuat syirik kepada Allah ‘azza wa jalla. Pada hakikatnya syirik adalah ketergantungan hati kepada selain Allah dalam bentuk rasa cinta, rasa takut, pengharapan, do’a, tawakal, inabah (taubat) dan lain-lain.
* Berbuat bid’ah dalam melaksanakan agama. Bid’ah adalah menciptakan hal baru yang tidak ada tuntunannya dari Allah dan Rasul-Nya. Penganut bid’ah tidak akan mendapat taufik untuk memperoleh husnul khatimah, terutama penganut bid’ah yang sudah mendapatkan peringatan dan nasehat atas kebid’ahannya. Semoga Allah memelihara diri kita dari kehinaan itu.
* Terus menerus berbuat maksiat dengan menganggap remeh dan sepele perbuatan-perbuatan maksiat tersebut, terutama dosa-dosa besar. Pelakunya akan mendapatkan kehinaan di saat mati, disamping setan pun semakin memperhina dirinya. Dua kehinaan akan ia dapatkan sekaligus dan ditambah lemahnya iman, akhirnya ia mengalami su’ul khotimah.
* Melecehkan agama dan ahli agama dari kalangan ulama, da’i, dan orang-orang shalih serta ringan tangan dan lidah dalam mencaci dan menyakiti mereka.
* Lalai terhadap Allah dan selalu merasa aman dari siksa Allah. Allah berfirman yang artinya, “Apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga). Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi” (QS. Al A’raaf [7] : 99)
* Berbuat zalim. Kezaliman memang ladang kenikmatan namun berakibat menakutkan. Orang-orang yang zalim adalah orang-orang yang paling layak meninggal dalam keadaan su’ul khotimah. Allah berfirman yang artinya, “Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim” (QS. Al An’aam [6] : 44)
* Berteman dengan orang-orang jahat. Allah berfirman yang artinya, “(Ingatlah) hari ketika orang yang zalim itu menggigit dua tangannya, seraya berkata, “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan yang lurus bersama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku dulu tidak menjadikan si fulan sebagai teman akrabku” (QS. Al Furqaan [25] : 27-28)
* Bersikap ujub. Sikap ujub pada hakikatnya adalah sikap seseorang yang merasa bangga dengan amal perbuatannya sendiri serta menganggap rendah perbuatan orang lain, bahkan bersikap sombong di hadapan mereka. Ini adalah penyakit yang dikhawatirkan menimpa orang-orang shalih sehingga menggugurkan amal shalih mereka dan menjerumuskan mereka ke dalam su’ul khotimah.

Demikianlah beberapa hal yang bisa menyebabkan su’ul khotimah. Kesemuanya adalah biang dari segala keburukan, bahkan akar dari semua kejahatan. Setiap orang yang berakal hendaknya mewaspadai dan menghindarinya, demi menghindari su’ul khotimah.

Tanda-tanda husnul khotimah

Tanda-tanda husnul khotimah cukup banyak. Di sini kami menyebutkan sebagian di antaranya saja :

* Mengucapkan kalimat tauhid laa ilaaha illallaah saat meninggal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang akhir ucapan dari hidupnya adalah laa ilaaha illallaah, pasti masuk surga” (HR. Abu Dawud dll, dihasankan Al Albani dalam Irwa’ul Ghalil)
* Meninggal pada malam Jum’at atau pada hari Jum’at. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap muslim yang meninggal pada hari atau malam Jum’at pasti akan Allah lindungi dari siksa kubur” (HR.Ahmad)
* Meninggal dengan dahi berkeringat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang mukmin itu meninggal dengan berkeringat di dahinya” (HR. Ahmad, Tirmidzi dll. dishahihkan Al Albani)
* Meninggal karena wabah penyakit menular dengan penuh kesabaran dan mengharapkan pahala dari Allah, seperti penyakit kolera, TBC dan lain sebagainya
* Wanita yang meninggal saat nifas karena melahirkan anak. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang wanita yang meninggal karena melahirkan anaknya berarti mati syahid. Sang anak akan menarik-nariknya dengan riang gembira menuju surga” (HR. Ahmad)
* Munculnya bau harum semerbak, yakni yang keluar dari tubuh jenazah setelah meninggal dan dapat tercium oleh orang-orang di sekitarnya. Seringkali itu didapatkan pada jasad orang-orang yang mati syahid, terutama syahid fi sabilillah.
* Mendapatkan pujian yang baik dari masyarakat sekitar setelah meninggalnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati jenazah. Beliau mendengar orang-orang memujinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Pasti (masuk) surga” Beliau kemudian bersabda, “kalian -para sahabat- adalah para saksi Allah di muka bumi ini” (HR. At Tirmidzi)
* Melihat sesuatu yang menggembirakan saat ruh diangkat. Misalnya, melihat burung-burung putih yang indah atau taman-taman indah dan pemandangan yang menakjubkan, namun tidak seorangpun di sekitarnya yang melihatnya. Kejadian itu dialami sebagian orang-orang shalih. Mereka menggambarkan sendiri apa yang mereka lihat pada saat sakaratul maut tersebut dalam keadaan sangat berbahagia, sedangkan orang-orang di sekitar mereka tampak terkejut dan tercengang saja.

Bagaimana kita menyambut kematian?

Saudara tercinta, sambutlah sang kematian dengan hal-hal berikut :

* Dengan iman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, Hari Akhir, dan takdir baik maupun buruk.
* Dengan menjaga shalat lima waktu tepat pada waktunya di masjid secara berjama’ah bersama kaum muslim dengan menjaga kekhusyu’an dan merenungi maknanya. Namun, shalat wanita di rumahnya lebih baik daripada di masjid.
* Dengan mengeluarkan zakat yang diwajibkan sesuai dengan takaran dan cara-cara yang disyari’atkan.
* Dengan melakukan puasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala.
* Dengan melakukan haji mabrur, karena pahala haji mabrur pasti surga. Demikian juga umrah di bulan Ramadhan, karena pahalanya sama dengan haji bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
* Dengan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah, yakni setelah melaksanakan yang wajib. Baik itu shalat, zakat, puasa maupun haji. Allah menandaskan dalam sebuah hadits qudsi, “Seorang hamba akan terus mendekatkan diri kepada-Ku melalui ibadah-ibadah sunnah, hingga Aku mencintai-Nya”
* Dengan segera bertobat secara ikhlas dari segala perbuatan maksiat dan kemungkaran, kemudian menanamkan tekad untuk mengisi waktu dengan banyak memohon ampunan, berdzikir, dan melakukan ketaatan.
* Dengan ikhlas kepada Allah dan meninggalkan riya dalam segala ibadah, sebagaimana firman Allah yang artinya, “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama yang lurus” (QS. Al Bayyinah [98] : 5)
* Dengan mencintai Allah dan Rasul-Nya.
* Hal itu hanya sempurna dengan mengikuti ajaran Nabi, sebagaimana yang Allah firmankan yang artinya, “Katakanlah, ‘Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’. Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang” (QS. Ali Imran [3] : 31)
* Dengan mencintai seseorang karena Allah dan membenci seseorang karena Allah, berloyalitas karena Allah dan bermusuhan karena Allah. Konsekuensinya adalah mencintai kaum mukmin meskipun saling berjauhan dan membenci orang kafir meskipun dekat dengan mereka.
* Dengan rasa takut kepada Allah, dengan mengamalkan ajaran kitab-Nya, dengan ridha terhadap rezeki-Nya meski sedikit, namun bersiap diri menghadapi Hari Kemudian. Itulah hakikat dari takwa.
* Dengan bersabar menghadapi cobaan, bersyukur kala mendapatkan kenikmatan, selalu mengingat Allah dalam suasana ramai atau dalam kesendirian, serta selalu mengharapkan keutamaan dan karunia dari Allah. Dan lain-lain

(dicuplik dari Misteri Menjelang Ajal, Kisah-Kisah Su’ul Khatimah dan Husnul Khatimah, penerjemah Al Ustadz Abu ‘Umar Basyir hafizhahullah). Semoga sholawat dan salam terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada sanak keluarga beliau dan para sahabat beliau

Penyusun ulang: Abu Mushlih Ari Wahyudi

Artikel http://www.muslim.or.id

Berpuasalah Karena Melihatnya

Kategori: Fiqh dan Muamalah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Jika kalian melihatnya (hilal bulan Romadhon) maka berpuasalah. Dan jika kalian melihatnya (hilal bulan Syawwal) maka berhari rayalah, akan tetapi jika ia (hilal) terhalang dari pandangan kalian maka kira-kirakanlah”, dalam riwayat lain “…maka sempurnakanlah bilangan bulan Sya’ban menjadi 30 hari.” (HR. Bukhori dan Muslim) Pembaca yang budiman, di dalam hadits yang mulia ini Rosululloh telah menjelaskan dengan gamblang bahwa cara menentukan awal masuknya bulan puasa dan juga tibanya hari raya idul fitri adalah dengan melihat hilal/bulan sabit. Apabila ternyata pada malam itu hilal Romadhon tidak bisa nampak karena langit diselimuti mendung atau asap maka bulan Sya’ban digenapkan hitungannya menjadi 30 hari, artinya esok hari esok masih belum boleh puasa. Bagaimana Dengan Hisab ? Adapun menentukan awal masuknya bulan puasa dengan hisab saja, Syaikh Utsaimin rohimahulloh mengatakan, “Adapun hanya menggunakan hisab maka hal itu tidak boleh dilakukan dan juga tidak boleh dijadikan pegangan.” (48 Pertanyaan tentang Shiyam, hlm. 27-28). Jadi pelaksanaan puasa di bulan Romadhon itu tergantung pada nampaknya hilal bagi kaum muslimin atau sebagian dari mereka, Imam Ibnu Daqiqil ‘Ied menentang orang yang mengaitkan hukum tersebut dengan hisab ahli perbintangan/astronomi. Ash-Shon’ani menjelaskan bahwa seandainya penentuan awal romadhon bergantung pada hisab mereka niscaya hal itu tidak dipahami kecuali oleh segelintir orang, sedangkan aturan syari’at itu dibangun di atas prinsip bisa dipahami oleh banyak orang (Taisirul ‘Allaam, hlm. 356). Berapa Orang yang Melihat ? Masuknya bulan Romadhon ditetapkan setelah adanya kesaksian melihat hilal meskipun berasal dari seorang saja asalkan terpercaya. Ibnu ‘Umar mengatakan, “Dahulu orang-orang berusaha melihat hilal, kemudian aku kabarkan kepada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam kalau aku benar-benar telah melihatnya, maka beliau pun berpuasa dan memerintahkan orang-orang untuk berpuasa sebagaimana beliau.” (HR. Abu Dawud, dishohihkan Al Albani dalam Al Irwa’ 908). Mengapa Pakai Hisab ? Sebagian orang menafsirkan sabda Nabi “…maka kira-kirakanlah” di atas artinya boleh menggunakan ilmu hisab perbintangan. Akan tetapi penafsiran seperti ini bertentangan dengan hadits. Sebab dalam riwayat lain dijelaskan bahwa jika hilal tidak nampak maka hendaknya Sya’ban disempurnakan menjadi 30 hari. Inilah yang dimaksud dengan mengira-ngirakan, sebab hadits itu saling memperjelas satu dengan yang lainnya. Imam Ash Shon’ani mengatakan: Jumhur/mayoritas ahli fiqih dan ahli hadits berkeyakinan bahwa yang dimaksud dengan ‘kira-kirakanlah’ adalah dengan menyempurnakan bilangan bulan Sya’ban menjadi 30 hari sebagaimana ditafsirkan oleh riwayat yang lain (Taisirul ‘Allaam, hlm. 357). Sederhana Dengan Sunnah Lebih Baik Sunnah/ajaran Nabi sudah jelas dan apa yang bukan ajaran Nabi juga sudah nampak. Apakah kita merasa berat untuk melaksanakannya? Bukankah Ibnu Mas’ud rodhiyallohu anhu mengatakan, “Bersikap sederhana di atas Sunnah itu lebih baik daripada bersungguh-sungguh tapi di atas bid’ah”. Alloh Ta’ala berfirman yang artinya, “Sekali-kali tidak, demi Robbmu, pada hakekatnya mereka belum beriman sampai mereka menjadikanmu (Muhammad) sebagai hakim dalam apa yang diperselisihkan diantara mereka, kemudian mereka tidak menaruh rasa berat pada diri mereka terhadap apa yang sudah kamu putuskan dan mereka pasrah dengan sepenuhnya.” (An-Nisa’: 65) *** Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi Artikel http://www.muslim.or.id

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!